Berikut adalah kisah seorang Muslim jihadi Amerika, Samir Khan. Setelah bekerja beberapa tahun di sektor media jihad di Amerika, dia berkemas dan hijrah ke Yaman untuk membantu mujahidin. Tulisan ini merupakan penjelasan tentang betapa bahagia dirinya menjadi pengkhianat bagi Amerika dan mengapa dia memilih mengambil keputusan tersebut.
Setelah keimananku berubah 180 derajat, aku tahu aku tidak bisa lagi tinggal di Amerika sebagai warga negara yang taat. Keyakinanku telah mengubahku menjadi pemberontak terhadap imperialisme Washington. Keimanan dan keyakinanku membuatku mampu melakukan penyerangan terhadap tiran terbesar dari jaman kita. Ini membuat mereka marah dan kecewa, sementara aku dibuatnya damai dan bahagia. Apa yang dahulu dan terus menerus mereka lakukan di negeri-negeri Muslim, menurutku, merupakan hal yang tidak bisa diterima oleh agamaku. Mereka menaruh dan menyokong regim-regim boneka, membujuk mereka supaya melakukan kesepakatan, memperkuat militer mereka, kesemuanya itu dilakukan agar mereka dapat memperluas tujuan politik mereka untuk mendirikan pemerintah penguasa yang berceceran di mana-mana hari ini yang akan menyertakan dalam kebijakannya pembatasan perlawanan Islam yang memperjuangkan tatanan Islam yang adil. Dalam proses ini hingga saat ini, mereka dengan bebasnya menodai negeri Islam dengan sengaja, merampok apa saja yang mereka mau, dan melakukan pembunuhan demi ‘demokrasi’ mereka sementara boneka keledai mereka terus menangkapi, membunuhi dan menyiksa orang-orang yang punya sedikit ghirah untuk membela negera Islam mereka.
