Muhammad Yusrinal

Yang Terbaik Diantara Kalian Adalah Yang Mempelajari Al-Qur'an Dan Yang Mengajarkannya

Tampilkan postingan dengan label Syi'ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syi'ah. Tampilkan semua postingan

Sesuatu yang disepakati di kalangan kaum muslimin ialah bahwa Al-Qur’an adalah kitab samawi yang diturunkan dari sisi Allah kepada Nabi Muhammad bin Abdullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tetapi ketika saya banyak membaca dan meneliti referensi-referensi kami (kaum Syi’ah) yang mu’tabar (yang diakui), saya mendapatkan nama-nama kitab lain, yang diklaim oleh para ulama kami bahwa semuanya diturunkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan bahwa kitab-kitab tersebut dikhususkan untuk Amirul Mukminin. Kitab-kitab tersebut adalah sebagai berikut.

Perkawinan dalam Islam adalah suatu ikatan yang kuat dan perjanjian yang teguh yang ditegakkan di atas landasan niat untuk bergaul antara suami-isteri dengan abadi, supaya dapat memetik buah kejiwaan yang telah digariskan Allah dalam al-Quran, yaitu ketenteraman, kecintaan dan kasih sayang. Sedang tujuannya yang bersifat duniawi yaitu demi berkembangnya keturunan dan kelangsungan jenis manusia. Seperti yang diterangkan Allah dalam al-Quran:

“Allah telah menjadikan jodoh untuk kamu dari jenismu sendiri, dan Ia menjadikan untuk kamu dari perjodohanmu itu anak-anak dan cucu.” (an-Nahl: 72)

Adapun kawin mut’ah adalah ikatan seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam batas waktu tertentu dengan upah tertentu pula. Oleh karena itu tidak mungkin perkawinan semacam ini dapat menghasilkan arti yang kami sebutkan di atas.

Kawin mut’ah ini pernah diperkenankan oleh Rasulullah s.a.w. sebelum stabilnya syariah Islamiah, yaitu diperkenankannya ketika dalam bepergian dan peperangan, kemudian diharamkannya untuk selama-lamanya.

Berikut ini diskusi dengan Evan Pratama dalam kesempatan yang lain di Facebook, seorang penganut Syi’ah Rafidhah Al-Itsna Al-Asyariyah yang sangat membenci sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Kali ini sasaran dia adalah Al-Faruq Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu anhu. Tanpa panjang lebar lagi, langsung saja kita ke TKP.


Diawali dengan status yang diposting oleh Evan Pratama :

Evan Pratama
Abdullah bin amr bercerita "saya menulis segala sesuatu yg aku dengar dari RASULLAH Saww dan aku ingin menghafalnya lalu (para sahabat)dari kalangan Quraisy melarangku,mereka berkata"mengapa kamu menulis semua yg kamu dengar dr Rasullah saww sedang ia manusiabiasa,berbicara dalam keadaan rela dan emosi!?
Minggu pukul 21:59 melalui Web Seluler •

Berikut ini adalah tulisan sebuah diskusi ringan dengan seorang penganut Syi'ah al-Itsna al-Asyariyyah yang bernama Evan Pramata di sebuah Facebook. Sengaja saya tuliskan ini sebagai dokumentasi, guna mengungkap hakekat sebenarnya penganut sekte 12 Imam ini. Karena sebagian kaum muslimin, ketika melihat ada seseorang yang mengkritik dengan krikan yang keras terhadap madzhab yang satu ini, mereka tidak bisa menerimanya, dengan alasan bahwa mereka itu adalah kaum muslimin, saudara-saudara kita. Menyerang mereka, berarti memecah belah persatuan kaum muslimin. Persangkaan ini adalah persangkaan yang keliru. Kalau sekiranya mereka mengetahui hakekat yang sebenarnya dari ajaran-ajaran Syi’ah, dan juga bagaimana sikap para penganutnya, niscaya mereka tidak akan berkata seperti itu.

Awal dari diskusi ini, ketika saya menulis sebuah status yang menyebutkan tentang keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyalah anhu, yang selanjutnya, seorang yang ada penyakit di dalam hatinya ini akhirnya menyanggah status yang telah saya tulis tersebut. Dia benar-benar mengungkapkan isi hatinya betapa dia sangat membenci Abu Bakar Ash-Shiddiq. Tidak hanya kepada Abu Bakar, tetapi merembet kepada sahabat-sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang lainnya. Yah, demikianlah keadaan sebenarnya bagi penganut syiah Rafidhah. Sangat membenci Ash-Shiddiq juga Al-Faruq serta sahabat-sahabat Rasulullah yang lainnya. Apakah dengan orang-orang yang semacam ini kita akan bergandengan tangan dalam persatuan dan kesatuan umat??? Kalla... Tsumma kalla...!!!!

Semua orang yang perhatian dalam masalah ini tahu bahwa telah terjadi mubahalah kubra antara Asadussunnah Syaikh Abu Misyari dengan seorang Rafidhi zindiq Hasan Syahhatah (Mesir) yang telah menghina dan mencaci maki dan melaknat wanita thayyibah yang dipilih oleh Allah untuk menjadi istri laki-laki thayyib, Aisyah as-Shiddiqah istri Nabi kita Muhammad as-Shadiq al-amiin.

Seorang advokat Mesir Mamduh Ismail bersaksi tentang kejahatan Hasan Syahhatah, lalu penangkapannya, mubahalah, dan kutukannya; yaitu lumpuh (tidak bisa bergerak sama sekali), ngigau (tidak faham apa yang dia bicarakan) dan hilang ingatan, tidak mengenali orang di sekitarnya, tidak kenal hari, pokoknya sangat mengenaskan! Ini semua saya lihat dengan mata kepala saya. Dan ini adalah hukuman bagi orang yang menghina para sahabat Radhiyallahuu ‘anhum.

Bahwa seorang pemerhati hakekat (syiah) Rofidhoh serta aktifitas mereka akan mudah mengetahui bagaimana kriminal serta rasa benci mereka terhadap seluruh manusia dan khususnya golongan Ahlussunnah dimana perasaan benci ini berasal dari aqidahnya yang telah membuat pandangan mereka terbalik, yang baik dianggap buruk dan sebaliknya.. keburukan dianggap sebagai kebajikan.

(Syiah) Rofidhoh adalah sekelompok orang liar yang berlaku kejam, ganas pada mereka berbeda kenyakinan terutama Ahlussunnah yang dianggap sesat serta menjadi musuh utama mereka, yang selalu menerangkan kebobrokan akidah syi’ah pada masyarakat, karena ini pula mereka menghalalkan darah dan harta Ahlussunnah.

Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri ketika ditanya tentang seorang yang mencela Abu Bakr dan ‘Umar, beliau berkata: “Ia telah kafir kepada Allah.” Kemudian ditanya: “Apakah kita menshalatinya (bila meninggal dunia)?” Beliau berkata: “Tidak, tiada kehormatan (baginya)….” (Siyar A’lamin Nubala, 7/253)

Al-Imam Malik ketika ditanya tentang mereka (Syiah Rafidhah) beliau berkata: “Jangan kamu berbincang dengan mereka dan jangan pula meriwayatkan dari mereka, karena sungguh mereka itu selalu berdusta.” (Mizanul I’tidal, 2/27-28, karya Al-Imam Adz-Dzahabi)

» Ali terbang di atas mega awan

- Diriwayatkan oleh Hasyim Albahroni dari Ali As bahwa Ali pernah mengendarai awan terbang berputar mengelilingi tujuh bumi (Madinatul Maajiz 1/542).

- Kelompok Yazid bin Muawiyah mendatangi Ali bin Husein, mereka menemukan Ali sedang mengendarai awan (Madinatul Maajiz 4/256).

- Juga dari Thoba Thaba’i berkata : Allah telah menguasakan awan pada Ali maka ia berjalan dari dunia timur ke barat (Tafsir Al Mizan 13/372).

Batasan aurat

Karaki berkata bila kamu menutup kemaluanmu maka benar-benar telah menutup aurat (Al Kaafi 6/501 Tahdzibul Ahkam 1/ 374), sedangkan pantat, yang diangap aurat adalah lobang dubur, bukan dua pantat, dan paha juga bukan termasuk aurat.

Shodiq AS berkata “paha tidak termasuk aurat”, bahkan Imam AL Baqir As telah mengecat auratnya dan membalut lubang kemaluannya (Jamial Maqosid Lilkaraki 2 / 94. Al Mu’tabar karangan Al Hulli 1 / 222 Muntaha Tolab 1/39, Tahrirul Ahkam1/202,semuanya karangan Al Hulli Madarikul Ahkam 3/191)

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu bukan termasuk kalangan Syi’ah. Dan kami meyakini bahwa ia tidak memiliki hubungan sama sekali dengan mereka, bahkan kami meyakini bahwa perkataan-perkataan mereka tentangnya justru mencelanya dan tidak memujinya, bahkan mereka itu adalah musuh-musuhnya sebab mereka menuduhnya dengan hal yang tidak pernah dikatakannya dan tidak pernah ia klaim. Demikian pula, madzhab mereka itu berkonsekuensi kepada penyematan sifat pengecut, plin-plan dan munafik untuk Ali, sekalipun mereka tidak berterus terang tentang hal itu, akan tetapi itu adalah konsekuensi logis dari perkataan mereka.

Muhammad Yusrinal :
Mas Haykel : Pembicaraan tentang Siapa pembunuh Imam al-Husain, tdk ada sedikitpun perkataan saya, semuanya perkataan dari kitab-kitab kalian. Jadi jgn salahkan saya, salahkanlah ulama-ulama kalian.

Dalil kepemimpinan Abu Bakar dan seterusnya sebagai Khalifah, sdh dijelaskan, baca saja baik-baik dan dengan tenang, niscaya engkau akan memahaminya.

Tentang ke-mashuman para Imam. Ahlus Sunnah berkeyakinan bahwasanya tidak ada yg Ma'shum keculai Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Dan kemashuman Rasulpun bukan berarti tdk pernah terjatuh di dalam kesalahan ataupun lupa. Tetapi beliau pernah di tegur oleh Allah beberapa kalai dinantaranya di dalam kisaha yg terdapa dalam Surat Abasa. Kemashuman yg dimaksud adalah dijaga dari kesalah, artinya ketika beliau keliru langsung ditegur dan dibenarkan oleh Allah.

Mustofa Chepy Habsyie :
@ MY Nabi Muhammad adalah keturunan Ibrahim banyak hadis nabi yg menyatakan ini,sedangkan keturunan Ibrahim dan Ibrahimnya sdr Pasti secara OTOMATIS RASULULLAH JUGA ADALAH SEORANG IMAM ,ini bukan asal ngoceh ttp sesuai ayat :“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu IMAM bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari KETURUNANKU (Nabi Muhammad adlh keturunan Ibrahim)". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". QS. (2:124).

Muhammad Yusrinal :
Aneh... Saudara Mustofa Chepy menggugat Al-Khumaini. Ketika Khumaini mengatakan bhw Rasul tdk pernah menjelaskan persoalan Imamah di dalam Al-Qur'an, eh saudara Mustofa langsung mengemukakan dalil-dalil tentang pembenaran aqidah ke-imamah-an.
25 April jam 4:37 •

Muhammad Yusrinal :
Ibnul Qayyim berkata, “Dan rahasia keluarnya Khilafah dari Ahlul Bait Nabi kepada Abu Bakar, Umar dan Utsman adalah bahwa andaikata Ali رضى الله عنه yang menjawabat khalifah setelah beliauصلى الله عليه وسلم , pastilah orang-orang menggungat tanpa yang akan mengatakan, ‘Sesungguhnya ia adalah raja, yang mewariskan kerajaannya kepada Ahli baitnya.’ Dengan begitu, Allah سبحانه وتعالى menjaga kedudukan risalah dan kenabian beliau dari syubhat ini.

Muhammad Yusrinal :
Pertama, Siapa yg mengatakan ahlus Sunnah tdk mengikuti dan mencintai ahlul bait???

kedua, Apa yg kalian inginkan dari hadits-hadits di atas??? Mau menetapkan aqidah ke-Imamah-an??

Dengarkanlah perkataan al-Khumaini tentang Imamah : "Amat jelas, bahwa andaikata Nabi Shalallahu alaihi wa sallam menyampaikan perkara imamah sesuai dgn yg diperintahkan Allah kepadanya dan berupaya dgn segenap tenaga dalam masalah ini, pastilah semua perselisihan ini tidak akan terjadi di negri-negri Islam." [Kasff al-Asrar, hal. 155]

"Sesungguhnya Nabi menahan diri dari menyinggung masalah imamah di dalam Al-Qur'an karena khawatir al-Qur'an akan mengalami penyimpangan sepeninggalnya, atau perselisihan pendapat di kalanganumat Islam akan semakin menjadi, sehinggaberpengaruh terhadap Islam." [Kasyf al-Asrar, hal. 149]

Tulisan ini saya copy paste dari catatan teman saya di Facebook, seorang penganut Syi’ah Imamiyah al-Itsna Asyariyyah yang bernama Mustofa Chepy Habsyie. Dia menulis sebuah tulisan dengan mengambil rujukan dari kitab-kitab Ahlus Sunnah wal Jama’ah untuk membenarkan madzhabnya yang bathil yang kemudian dibantah oleh sebagaian ikhwan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, sehingga terjadilah diskusi yang amat panjang yang mengungkap kedustaannya :

Berikut ini tulisannya, Dia berkata :
KEWAJIBAN MENJADI PENGIKUT SYIAH BUkAN YG LAINNYA DALAM HADIS SUNNI

Aku akan menolong org Yang menghormati keturunanku; memenuhi keperluan dan membantu urusan mereka pada waktu diperlukan serta yang mencintai mereka sepenuh hati" krn Mereka (ahlul bait) adalah keturunanku, dicipta dari darah dagingku dan dikurniai pengertian serta pengetahuanku. Celakalah orang dari umatku yang mend...ustakan keutamaan mereka ,i Allah SWT tidak akan menurunkan syafaatku (Hadis KITAB SUNNI)

About This Blog

"I dedicate this blog to myself personally and to my brothers the other as an advice that can bring us closer to Allah.

I hope this blog can provide many benefits to humankind, especially to improve the quality of our faith in Allah."

About Me

"I am a Muslim, and I am proud to be a Muslim. I am very grateful to my Lord because He has made me a Muslim. I also gained will always beg Him for he always makes me a Muslim until I meet Him in the wilderness masyhar. I really love my religion, therefore, I will fight for it with gusto. if you are a Muslim and also love your religion, then we will meet in a state of loving. But if you are against me and my religion, then we'll be seeing in the field of jihad. whoever you are!!!"

Total Tayangan Halaman