Muhammad Yusrinal

Yang Terbaik Diantara Kalian Adalah Yang Mempelajari Al-Qur'an Dan Yang Mengajarkannya

Al-Imaam At-Tirmidziy rahimahullah berkata :

حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ، عَنْ حَيْوَةَ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ بَكْرِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ مِشْرَحِ بْنِ هَاعَانَ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ: " لَوْ كَانَ بَعْدِي نَبِيٌّ لَكَانَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ "

Telah menceritakan kepada kami Salamah bin Syabiib : Telah menceritakan kepada kami Al-Muqri’, dari Haiwah bin Syuraih, dari Bakr bin ‘Amru, dari Misyrah bin Haa’aan, dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Seandainya setelahku ada nabi, niscaya ia adalah ‘Umar bin Al-Khaththaab” [As-Sunan, no. 3686].

Keterangan :
1. Salamah bin Syabiib An-Naisaabuuriy, Abu ‘Abdirrahmaan Al-Hajuriy Al-Masma’iy; seorang yang tsiqah (w. 247 H). Dipakai Muslim dalam Shahih-nya [Taqriibut-Tahdziib, hal. 400 no. 2507].

2. Al-Muqri’ namanya : ‘Abdullah bin Yaziid Al-Qurasyiy Al-‘Adawiy Al-Makkiy, Abu ‘Abdirrahmaan Al-Muqri’ Al-Qashiir; seorang yang tsiqah lagi mempunyai keutamaan (w. 213 H). Dipakai Al-Bukhaariy dan Muslim dalam Shahih-nya [idem, hal. 558-559 no. 3739].

3. Haiwah bin Syuraih bin Shafwaan bin Maalik At-Tujiibiy, Abu Zur’ah Al-Mishriy; seorang yang tsiqah, tsabat, faqiih, lagi zaahid (w. 158/159 H). Dipakai Al-Bukhaariy dan Muslim dalam Shahih-nya [idem, hal. 282 no. 1610].

4. Bakr bin ‘Amru Al-Ma’aafiriy Al-Mishriy; seorang yang shaduuq lagi ‘aabid (w. setelah 140 H pada masa pemerintahan Abu Ja’far). Dipakai Al-Bukhaariy dan Muslim dalam Shahih-nya [idem, hal. 176 no. 753].

5. Misyrah bin Haa’aan Al-Ma’aafiriy, Abu Mush’ab Al-Mishriy; seorang yang dihukumi Ibnu Hajar maqbuul, yaitu jika ada mutaba’ah (namun jika tidak ada, maka lemah) (w. 128 H) [idem, hal. 944-945 no. 6724].

Sesuatu yang disepakati di kalangan kaum muslimin ialah bahwa Al-Qur’an adalah kitab samawi yang diturunkan dari sisi Allah kepada Nabi Muhammad bin Abdullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tetapi ketika saya banyak membaca dan meneliti referensi-referensi kami (kaum Syi’ah) yang mu’tabar (yang diakui), saya mendapatkan nama-nama kitab lain, yang diklaim oleh para ulama kami bahwa semuanya diturunkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan bahwa kitab-kitab tersebut dikhususkan untuk Amirul Mukminin. Kitab-kitab tersebut adalah sebagai berikut.

Sujud Sahwi atas suatu hal yang jika dilakukan secara sengaja dapat membatalkan shalat adalah wajib. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah memerintahkannya, baik dalam bentuk perbuatan maupun dengan meninggalkan suatu dari amalan shalat.[2]

Kelupaan bagi Nabi Shallallahu alaihi wa sallam merupakan bagian dari kesempurnaan nikmat Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia atas hamba-hambaNya, sekaligus sebagai bentuk kesempurnaan bagi agama mereka. Aga dengan demikian itu mereka mengikuti beliau atas apa yang telah disyriatkanNya kepeda mereka pada saat lupa. Sebab, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga pernah lupa sehingga dengan kelupaannya itu muncul beberapa hukum syariat yang berlaku juga bagi kelupaan yang dilakukan oleh umatnya sampai hari Kiamat kelak.[3] telah ditegaskan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, dalam sujud Sahwi ini beliau telah mensyari’atkan bagi umatnya beberapa hukum, diantaranya :

Berikut adalah kisah seorang Muslim jihadi Amerika, Samir Khan. Setelah bekerja beberapa tahun di sektor media jihad di Amerika, dia berkemas dan hijrah ke Yaman untuk membantu mujahidin. Tulisan ini merupakan penjelasan tentang betapa bahagia dirinya menjadi pengkhianat bagi Amerika dan mengapa dia memilih mengambil keputusan tersebut.

Setelah keimananku berubah 180 derajat, aku tahu aku tidak bisa lagi tinggal di Amerika sebagai warga negara yang taat. Keyakinanku telah mengubahku menjadi pemberontak terhadap imperialisme Washington. Keimanan dan keyakinanku membuatku mampu melakukan penyerangan terhadap tiran terbesar dari jaman kita. Ini membuat mereka marah dan kecewa, sementara aku dibuatnya damai dan bahagia. Apa yang dahulu dan terus menerus mereka lakukan di negeri-negeri Muslim, menurutku, merupakan hal yang tidak bisa diterima oleh agamaku. Mereka menaruh dan menyokong regim-regim boneka, membujuk mereka supaya melakukan kesepakatan, memperkuat militer mereka, kesemuanya itu dilakukan agar mereka dapat memperluas tujuan politik mereka untuk mendirikan pemerintah penguasa yang berceceran di mana-mana hari ini yang akan menyertakan dalam kebijakannya pembatasan perlawanan Islam yang memperjuangkan tatanan Islam yang adil. Dalam proses ini hingga saat ini, mereka dengan bebasnya menodai negeri Islam dengan sengaja, merampok apa saja yang mereka mau, dan melakukan pembunuhan demi ‘demokrasi’ mereka sementara boneka keledai mereka terus menangkapi, membunuhi dan menyiksa orang-orang yang punya sedikit ghirah untuk membela negera Islam mereka.

Perkawinan dalam Islam adalah suatu ikatan yang kuat dan perjanjian yang teguh yang ditegakkan di atas landasan niat untuk bergaul antara suami-isteri dengan abadi, supaya dapat memetik buah kejiwaan yang telah digariskan Allah dalam al-Quran, yaitu ketenteraman, kecintaan dan kasih sayang. Sedang tujuannya yang bersifat duniawi yaitu demi berkembangnya keturunan dan kelangsungan jenis manusia. Seperti yang diterangkan Allah dalam al-Quran:

“Allah telah menjadikan jodoh untuk kamu dari jenismu sendiri, dan Ia menjadikan untuk kamu dari perjodohanmu itu anak-anak dan cucu.” (an-Nahl: 72)

Adapun kawin mut’ah adalah ikatan seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam batas waktu tertentu dengan upah tertentu pula. Oleh karena itu tidak mungkin perkawinan semacam ini dapat menghasilkan arti yang kami sebutkan di atas.

Kawin mut’ah ini pernah diperkenankan oleh Rasulullah s.a.w. sebelum stabilnya syariah Islamiah, yaitu diperkenankannya ketika dalam bepergian dan peperangan, kemudian diharamkannya untuk selama-lamanya.

Dari judul tulisan ini, mungkin kita akan bertanya : Apakah ada seorang muslim yang berani mencela Aisyah? Istri tercinta Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam? Maka kita katakan : Ya, ada. Merekalah kaum zindiq Syi’ah Rafidhah. Sebuah kaum yang menampakkan kecintaan kepada Rasulullah dan keluarganya, padahal sebenarnya mereka telah memusuhi Rasul. Bukankah bukti kecintaan kepada Rasulullah adalah mencintai kepada siapa yang beliau cintai?? Dan Aisyah adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam!! Tapi bagi Syi’ah tidak demikian, mereka benar-benar sangat membenci wanita mulia dari istri seorang yang mulia ini. Bahkan dengan pongahnya mereka telah memastikan bahwasanya Aisyah sekarang ini telah berada di dalam kerak neraka Jahannam. Padahal Rasulullah telah mengabarkan bahwasanya Aisyah adalah istrinya di dunia dan di akhirat. Mereka juga telah mencemarkan kesucian Aisyah dengan tuduhan zina kepadanya, padahal kesuciannya telah dijamin oleh Allah Ta’ala di dalam kitabNya yang mulia, yang keterangan ini senantiasa dibaca oleh kaum mikminin hingga hari kiamat. Betapa beraninya mereka!!! Padahal siapakah yang pezina kalau bukan diri-diri mereka dan juga istri-istri mereka, yang kesana kemari melampiaskan nafsu bejatnya dengan berdalih atas nama agama (baca : Mut’ah). Betapa gelapnya hati para pencela itu!! Kenistaan benar-benar nampak pada wajah-wajah mereka, tapi malah kemudian melekatkan tuduhan keji kepada seorang wanita mulia, yang kemuliaannya begitu jelas melebihi jelasnya matahari di siang yang sangat panas.

Oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., MHI

Siapa tidak mengenal Ummul Mukminin ‘Aisyah ash-Shiddiqoh binti Abu Bakar ash-Shiddiq rodhiyallohu ‘anhumaa? Sungguh pulpen ini lemah dan tidak mampu mengungkapkan tentang Ummul Mukminin ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anhaa setelah Alloh Ta’ala menurunkan wahyu tentang beliau, wahyu yang dibaca sepanjang masa. Apakah ada kalimat yang lebih baik, yang lebih benar dan yang lebih sempurna dari kalimat Alloh Robbul ‘Alamin??!

Namun, karena masih ada saja orang-orang yang memakan daging wanita yang disucikan Alloh dari tujuh lapis langit, oleh karena itu kami sajikan kepada pembaca budiman tulisan ini sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan Ibu kami, Ibu Kaum Mukminin -’Aisyah binti Abu Bakar- sebagai wujud pelaksanaan apa yang disebutkan Alloh dalam al-Qur’an yang mulia:

١٦٤. وَإِذَ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْماً اللّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَاباً شَدِيداً قَالُواْ مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang Alloh akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Robb kamu[1], dan supaya mereka bertakwa.” (QS al-A’roof: 164)

Ibnu al-Jauzi berkata menceritakan para imam yang memiliki cita-cita dan semangat yang tinggi, “Semangat para ulama terdahulu sangatlah tinggi, hal itu diindikasikan oleh karya-karya tulis mereka yang merupakan intisari usia mereka. Namun kebanyakan hasil karangan mereka telah hilang, karena semangat penuntut ilmu telah melemah. Mereka hanya mencari yang ringkas-ringkas dan tidak bersemangat mempelajari kitab-kitab besar.

Kemudian, para penuntut ilmu hanya mempelajari dari sebagian kitab tersebut. Lalu, lenyaplah, kitab-kitab dan tidak ditulis ulang. Maka, jalan menuntut ilmu yang baik adalah meneliti kitab-kitab yang telah diwariskan (para ulama). Hendaklah dia memperbanyak muthala’ah, karena dia melihat ilmu-ilmu para ulama terdahulu dan tingginya semangat mereka yang mengasah sanubarinya dan menggerkakkan semangatnya untuk bersungguh-sungguh, dan tidak ada satu kitab yang tidak ada faedahnya.

Aku berlindung kepada Allah dari perangai mereka yang bergaul bersama kami. Kami tidak melihat semangat yang tinggi, maka bisa diikuti para generasi muda, dan tidak memiliki sifat wara’ hingga orang yang zuhud bisa mengambil faedah darinya.”[1]

“Tidaklah seseorang dikatakan sebagai orang yang termasuk pecinta dan pendengar setia Al-Qur’an Al-Karim, apabila ia tidak mengenal ‘Imam Besar Masjid al-Haram’, atau tidak mengenal suaranya di antara ratusan suara para imam yang ada… walaupun baik, indah dan istimewa suara mereka….
Tidak lain karena bacaan Syaikh Su’ud asy-Syuraim, memiliki khas tersendiri bagi kaum muslimin di timur ataupun barat…. “

Beliau adalah termasuk salah satu imam, qori’ dan khatib Masjidil Haram yang populer lagi masyhur yang memiliki kedudukan tinggi dan didengar (nasihatnya) dikalangan masyarakat muslim. Kedudukan seperti itu merupakan kehormatan istimewa bagi imam-imam Masjidil Haram.

Kelahiran Beliau

Beliau adalah ‘Su’ud bin Ibrahim bin Muhammad Alu Syuraim’ dari Qohthan, sebuah kabilah yang berada di kota Syaqraa’ di daerah Najed, Saudi Arabia.
Beliau dilahirkan di kota Riyadh pada tahun 1386 H.

Berikut ini diskusi dengan Evan Pratama dalam kesempatan yang lain di Facebook, seorang penganut Syi’ah Rafidhah Al-Itsna Al-Asyariyah yang sangat membenci sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Kali ini sasaran dia adalah Al-Faruq Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu anhu. Tanpa panjang lebar lagi, langsung saja kita ke TKP.


Diawali dengan status yang diposting oleh Evan Pratama :

Evan Pratama
Abdullah bin amr bercerita "saya menulis segala sesuatu yg aku dengar dari RASULLAH Saww dan aku ingin menghafalnya lalu (para sahabat)dari kalangan Quraisy melarangku,mereka berkata"mengapa kamu menulis semua yg kamu dengar dr Rasullah saww sedang ia manusiabiasa,berbicara dalam keadaan rela dan emosi!?
Minggu pukul 21:59 melalui Web Seluler •

Berikut ini adalah tulisan sebuah diskusi ringan dengan seorang penganut Syi'ah al-Itsna al-Asyariyyah yang bernama Evan Pramata di sebuah Facebook. Sengaja saya tuliskan ini sebagai dokumentasi, guna mengungkap hakekat sebenarnya penganut sekte 12 Imam ini. Karena sebagian kaum muslimin, ketika melihat ada seseorang yang mengkritik dengan krikan yang keras terhadap madzhab yang satu ini, mereka tidak bisa menerimanya, dengan alasan bahwa mereka itu adalah kaum muslimin, saudara-saudara kita. Menyerang mereka, berarti memecah belah persatuan kaum muslimin. Persangkaan ini adalah persangkaan yang keliru. Kalau sekiranya mereka mengetahui hakekat yang sebenarnya dari ajaran-ajaran Syi’ah, dan juga bagaimana sikap para penganutnya, niscaya mereka tidak akan berkata seperti itu.

Awal dari diskusi ini, ketika saya menulis sebuah status yang menyebutkan tentang keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyalah anhu, yang selanjutnya, seorang yang ada penyakit di dalam hatinya ini akhirnya menyanggah status yang telah saya tulis tersebut. Dia benar-benar mengungkapkan isi hatinya betapa dia sangat membenci Abu Bakar Ash-Shiddiq. Tidak hanya kepada Abu Bakar, tetapi merembet kepada sahabat-sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang lainnya. Yah, demikianlah keadaan sebenarnya bagi penganut syiah Rafidhah. Sangat membenci Ash-Shiddiq juga Al-Faruq serta sahabat-sahabat Rasulullah yang lainnya. Apakah dengan orang-orang yang semacam ini kita akan bergandengan tangan dalam persatuan dan kesatuan umat??? Kalla... Tsumma kalla...!!!!

Fase Penciptaan Manusia (B)

Buku berjudul "Perkembangan Manusia" yang ditulis Profesor Keith Moore telah diterjemahkan ke dalam delapan bahasa. Buku ini dijadikan referensi penelitian ilmiah, dan dipilih oleh Komite Khusus di Amerika Serikat sebagai buku terbaik yang ditulis oleh satu orang. Kami bertemu dengan penulis buku ini dan menjelaskan kepadanya beberapa ayat al-Quran dan hadis yang berkaitan dengan spesialisnya di bidang embriologi.

Profesor Moore meyakinkan keterangan kami, sehingga kami mengajukan pertanyaan sebagai berikut: "Anda menyebutkan di buku Anda bahwa pada abad pertengahan tidak ada kemajuan dalam ilmu pengetahuan dalam bidang embriologi dan hanya sedikit yang tahu pada saat itu. Pada saat yang sama, al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam dan beliau mengajarkan kepada masyarakat sesuai dengan apa yang Allah turunkan kepadanya. Di dalam al-Quran Juga menjelaskan gambaran penciptaan manusia secara detail dan perkembangan manusia pada fase yang berbeda. Anda adalah seorang ilmuwan yang ternama, namun, mengapa Anda tidak membela kebenaran dan menyebutkan kebenaran ini di dalam buku Anda?" Beliau menjawab: "Anda memiliki bukti dan saya tidak. Jadi, mengapa Anda tidak mempresentasikan hal itu kepada kami?"

Kami melengkapinya dengan bukti dan Profesor Moore ternyata terbukti menjadi seorang ilmuwan yang ternama. Dalam bukunya edisi ketiga, dia membuat beberapa tambahan. Buku ini telah diterjemahkan, sebagaimana yang kami sebutkan sebelumnya ke dalam delapan bahasa, termasuk bahasa Rusia, Cina, Jepang, Jerman, Italia; Portugis, dan Yugoslavia. Buku ini dapat dinikmati karena sudab tersebar ke seluruh dunia dan dibaca beberapa ilmuwan dunia yang terkenal.

Fase Penciptaan Manusia (A)

Allah Ta'ala mengutus Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam sebagai rasul untuk seluruh dunia sebagaimana yang difirmankan Allah di dalam al-Quran,

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuknya rahmat bagi sernesta alam. " (QS al-Anbiyaa' : 107)

Dan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam juga utusan Allah untuk orang Badui yang tinggal di gurun sebagaimana dia utusan Allah untuk ilmuwan sekarang ini yang dipenuhi alat-alat laboratorium modern. Dia adalah utusan Allah untuk semua manusia di setiap saat. Sebelum Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam setiap rasul diutus semata-mata untuk kaumnya sendiri. . .

"Kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. " (QS ar-Ra'ad : 7)

Akan tetapi, pesan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam adalah un­tuk seluruh umat manusia, dan untuk alasan itulah Allah memberi bukti yang mendukung pesan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam Bukti ini berbeda dengan bukti-bukti yang diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya. Bukti kerasulan yang terdahulu hanya dilihat pada zamannya dan kemungkinan generasi setelah mereka. Kemudian Allah menurunkan rasul yang baru, yang didukung dengan keajaiban-keajaiban baru, untuk membangkitkan kepercayaan kaumnya. Akan tetapi, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam karena dipersiapkan sebagai rasul yang terakhir sampai Hari Kebangkitan, Allah memberinya mukjizat yang abadi sebagai bukti yang mendukung, yaitu al-Quran.

Islam dan llmu Pengetahuan


Pemikiran Barat sekarang ini berada di tengah-tengah peperangan antara agama dan ilmu pengetahuan. Hampir tidak mungkin pemikir Barat sekarang ini menerima kenyataan bahwa kemungkinan ada pertemuan secara mendasar antara agama dan ilmu pengetahuan. Injil, yang menjadi kepercayaan orang Nasrani, menyatakan pohon di mana Nabi Adam AS dilarang memakannya adalah pengetahuan. Oleh karena itu, setelah dia memakan buahnya, dia memperoleh pengetahuan tertentu yang mana tidak dia peroleh sebelumnya. Dengan alasan inilah orang Eropa membantah bahwa selama dua abad mereka tidak menerima pengetahuan ilmiah yang datang dari orang Islam.

Gereja menyatakan bahwa pencarian seperti penge­tahuan ilmiah adalah penyebab dosa yang asli. Uskup menggambarkan bukti mereka dari Perjanjian Lama yang menyebutkan bahwa ketika Adam memakan pohon itu, ia mendapat beberapa pengetahuan, Allah tidak menyukainya dan menolak memberinya kemurahan hati. Oleh karena itu, pengetahuan ilmiah menolak sepenuhnya peraturan gereja yang dianggap sebagai hal yang tabu. Akhirnya, ketika pemikir bebas dan ilmuwan Barat sanggup mengatasi kekuatan gereja, mereka membalas dendam dengan mencari petunjuk yang berlawanan dan menekan beberapa kekuatan agama. Mereka beralih kepada hal-hal yang berlawanaan untuk mengatasi kekuatan gereja dan mengurangi pengaruhnya kepada hal yang sempit dan membatasi pada sudut-sudut tertentu.

Khamr dalam Islam, adalah dzat yang tidak diragukan lagi keharamannya, berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijma’.
Allah ta’ala berfirman :

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah : ‘Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya” [QS. Al-Baqarah : 219].

Asy-Syinqithiy rahimahullah berkata :

قوله تعالى: {قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ} ،لم يبين هنا ما هذا الإثم الكبير ؟ ولكنه بين في آية أخرى أنه إيقاع العداوة والبغضاء بينهم، والصد عن ذكر الله، وعن الصلاة، وهي قوله: {إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ} [5/91]

“Firman-Nya : ‘Katakanlah : Pada keduanya itu terdapat dosa besar’ ; tidak dijelaskan apa maksud dosa besar itu ? Akan tetapi, dalam ayat yang lain dijelaskan bahwa dosa besar itu adalah menyebabkan permusuhan dan kebencian di antara mereka, serta menghalangi untuk berdzikir kepada Allah dan melakukan shalat. Ayat tersebut adalah firman-Nya : ‘Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)’ (QS. Al-Maaidah : 95)” [Adlwaaul-Bayaan, 1/91].


Apabila tiba hari Maulid Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa Sallam, sebagian besar kaum muslimin mengadakan perayaan dalam menyabut kelahiran Nabi tercinta mereka sebagai wujud dari kecintaan mereka kepada beliau Shalallahu alaihi wa Sallam. Tetapi tidak sedikit pula diantara kaum muslimin yang lain enggan merayakannya. Mengapa demikian? Apakah mereka tidak mencintai Beliau Shalallahu alaihi wa sallam? Bagi mereka yang enggan merayakan Maulid Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa sallam, berikut ini alasnnya!!

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa sallam

Al Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa yg pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah para raja kerajaan Fathimiyyah -Al Ubaidiyyah yg dinasabkan kepada Ubaidullah bin Maimun Al Qaddah Al Yahudi- mereka berkuasa di Mesir sejak tahun 357 H hingga 567 H. Para raja Fathimiyyah ini beragama Syi'ah Isma'illiyah Rafidhiyyah. (Al Bidayah Wan Nihayah 11/172). Demikian pula yg dinyatakan oleh Al Miqrizi dlm kitabnya Al Mawaa'izh Wal I'tibar 1/490. (lihat Ash Shufiyyah karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hal. 43).

Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.

Semua orang yang perhatian dalam masalah ini tahu bahwa telah terjadi mubahalah kubra antara Asadussunnah Syaikh Abu Misyari dengan seorang Rafidhi zindiq Hasan Syahhatah (Mesir) yang telah menghina dan mencaci maki dan melaknat wanita thayyibah yang dipilih oleh Allah untuk menjadi istri laki-laki thayyib, Aisyah as-Shiddiqah istri Nabi kita Muhammad as-Shadiq al-amiin.

Seorang advokat Mesir Mamduh Ismail bersaksi tentang kejahatan Hasan Syahhatah, lalu penangkapannya, mubahalah, dan kutukannya; yaitu lumpuh (tidak bisa bergerak sama sekali), ngigau (tidak faham apa yang dia bicarakan) dan hilang ingatan, tidak mengenali orang di sekitarnya, tidak kenal hari, pokoknya sangat mengenaskan! Ini semua saya lihat dengan mata kepala saya. Dan ini adalah hukuman bagi orang yang menghina para sahabat Radhiyallahuu ‘anhum.

7 April tahun 30 A.D. (Anno Domini)[1] bertepatan dengan hari Jum'at, YESUS KRISTUS putera Tuhan yang diutus pada domba-domba Israel telah dijatuhi hukuman mati, disalib! Demikianlah cerita yang tersurat dalam kitab suci ummat Kristen, Perjanjian Baru.

Di lembah GOLGOTTA Bethlehem Yerusalem, kira-kira pukul 3 sore pada Jum'at yang na'as itu, dalam keadaan hampir telanjang, Yesus sang Putera telah menjalani hukuman matinya. Itulah klimaks dari kegagalan missinya. Ia gagal total menanam benih di atas ketandusan bangsanya. James M. Stalker berkata dalam bukunya:

"Belum pernah di dunia ini sesuatu kegagalan begitu mutlak nampaknya seperti kegagalan Tuhan Yesus. Tubuhnya terkapar dalam kubur. Musuh-musuhnya sudah menang. Kematian mengakhiri segala pertentangan dan dari kedua yang bertentangan itu, kemenangan adalah pada pihak pemimpin-pemimpin Yahudi. Tuhan Yesus sudah tampak dan menyatakan diri sebagai Messias. Tetapi Ia bukanlah jenis Messias yang mereka idam¬idamkan. Pengikut-pengikutnya sedikit saja jumlahnya dan tidak berpengaruh. Masa kerjanya singkat sekali. Sekarang Ia sudah mati dan tamatlah riwayatnya." [2]

Ehm…kenapa ya akhir-akhir ini kok aku makin mecintai-nya? lirih seorang suami dalam akun facebooknya, dia sampai menulis :

ternyata, di balik sifat pendiammu, engkau begitu rajin mengurus rumah dan anak-anak kita, belum lagi, ternyata kian hari, masakanmu kian cocok dengan seleraku, gimana ya? kok jadi makin cinta neh…(isi hati seorang suami)

sedang asyik-asyiknya mengenang masa-masa indah bersama istri, sang suami yang juga ayah ini mendapat kiriman email dari seorang ustadz di kota-nya. Sebuah email yang berisi tentang hubungan suami istri yang begitu menjadi cobaan bagi keduanya, moga kita Allah jadikan pasangan suami istri yang sakinah ma waddad dan war rahmah.

BUKU “Mustahil Kristen Bisa Menjawab: Berhadiah Mobil BMW” karya Insan Mokoginta (Wencelclaus) memantik polemik panjang dengan para pendeta dan penginjil. Dalam buku saku 150 halaman tersebut, ­Insan yang muallaf mantan Kristen berdarah China Manado itu mengemukakan sepuluh pertanyaan seputar Alkitab (Bibel), yang masing-masing pertanyaan disayembarakan dengan hadiah uang tunai sepuluh juta dan mobil BMW.

Beberapa pertanyaan yang diajukan muallaf mantan Kristen berdarah China Manado ini antara lain: Mana pengakuan Yesus dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?; Mana perintah Yesus dalam Alkitab untuk kebaktian di gereja pada hari Minggu?; Mana foto wajah Yesus yang asli dan siapa pemotretnya?; Mana dalil Alkitab bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember?; Siapa yang hafal Alkitab di luar kepala walau satu surat saja?; Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pasti masuk surga?; dll.


Al-Imam Ibnul Jauzi berkata di dalam kitabnya Shaidul Khathir : “Saya merenungkan manfaat pernikahan, makna dan cakupannya. Saya memahami disyariatkannya nikah adalah demi keberlangsungan sebuah generasi. Berketurunan adalah usaha mengganti yang telah lalu dengan yang akan datang. Tatkala pernikahan banyak dibenci oleh jiwa yang sangat mulia, karena harus menyingkap dan mempertemukan dua organ yang menurutnya tidaklah indah, maka Allah menciptkan syahwat sebagai pendorong yang sangat kuat agar terwujud pernikahan itu.”

Pembahasan ini mencakup dua permasalahan pokok, yaitu :

Pertama, membangun masjid di kubur atau menguburkan mayit dalam masjid.
Kedua, hukum shalat di masjid tersebut.

Larangan Menjadikan Kubur Sebagai Masjid

Banyak hadits yang melarang perbuatan ini, diantaranya,
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kubur Nabi mereka sebagai masjid. (Aisyah berkata), ‘Kalau bukan karena hal itu, niscaya kubur beliau akan dinampakkan, hanya saja beliau takut atau ditakutkan kuburnya akan dijadikan masjid’.” (HR. Bukhari 435).

Dalam redaksi lain beliau mengatakan, “Ingatlah, sesungguhnya aku melarang perbuatan itu.” (HR. Muslim 532).

Aisyah dan Ibnu Abbas berkata, “Tatkala Nabi menjelang wafat beliau menutupkan bajunya ke wajah. Ketika merasa gerah beliau membukanya dan bersabda, “Semoga Allah melaknat Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid”. Aisyah berkata, ‘Nabi memperingatkan semisal perbuatan mereka’.” (HR. Bukhari 417, Muslim 826, Nasai 696, Ahmad 22931 dan ini lafazhnya).

Telah berkata Al-Imaam At-Tirmidziy rahimahullah :

حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَلْقَمَةَ الْمَكِّيِّ عَنْ ابْنِ أَبِي حُسَيْنٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ جِبْرِيلَ جَاءَ بِصُورَتِهَا فِي خِرْقَةِ حَرِيرٍ خَضْرَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ هَذِهِ زَوْجَتُكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abd bin Humaid : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdurrazzaq, dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin ‘Alqamah Al-Makkiy, dari Ibnu Abi Husain, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari ‘Aaisyah : “Bahwasannya Jibriil datang kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersama gambar Aisyah dalam secarik kain sutera hijau, lalu berkata : ‘Sesungguhnya ini adalah isterimu di dunia dan akhirat’” [Jaami’ At-Tirmidziy no. 3880, At-Tirmidziy berkata : “Hadits ini hasan ghariib, kami tidak mengetahuinya selain dari hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Alqamah”].
Hadits ini shahih.[1]

Pembahasan tentang asma’ was sifat memang menimbulkan polemik sejak dahulu. Polemik ini muncul akibat kekeliruan sebagian pihak dalam memahaminya. Ada golongan yang menolak asma’ was sifat sebagai bagian dari tauhid, dan mengatakan bahwa pembagian tauhid menjadi 3 (rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ was sifat) adalah bid’ah-nya orang-orang ‘wahhabi’… Mereka mengatakan bahwa pembagian tersebut tidak ada dalilnya sama sekali. Kepada mereka kita pantas bertanya: Dalil apakah yang kalian maksudkan? Kalau dalil berupa ayat atau hadits atau ijma’ yang bunyinya: “Tauhid terbagi menjadi tiga: uluhiyyah, rububiyyah dan asma’ was sifat”, ya MEMANG TIDAK ADA… sebagaimana tidak adanya dalil (ayat, hadits, atau ijma’) yang mengatakan bahwa Syarat sahnya shalat ada enam umpamanya, yaitu: Islam, mumayyiz, thaharah, masuk waktu, niat, dan menghadap kiblat… atau syarat wajib zakat ada dua, yaitu nisab dan haul… atau syarat haji ada sekian, dst… demikian pula rukun-rukunnya, wajib-wajibnya, dan sunnah-sunnahnya yang banyak kita jumpai dalam kitab-kitab fikih… Akan tetapi anehnya mereka yg menolak pembagian tauhid menjadi tiga tidak pernah menolak hal-hal yg tersebut di atas… padahal semuanya sama-sama tidak punya dalil yg bunyinya: “Syarat sahnya shalat terbagi menjadi bla-bla-bla…” dst. ANEH… padahal mereka semestinya konsekuen dong… kalau pembagian tauhid menjadi tiga mereka tolak krn dianggap tidak ada dalilnya, maka pembagian yg berkenaan dgn syarat ibadah, atau rukun2nya juga harus mereka tolak.

Namaku Velentina, asli Amerika. Aku lahir dan tumbuh di sana. Itulah negaraku yang mewadahi semua agama. Aku belum menjadi seorang muslimah dan seharipun aku belum pernah memperhatikan Islam, karena ayah dan ibuku orang yang sangat menentang agama ini. Mereka tidak menyukainya dan tidak ada niat untuk mengganti agama yang mereka dilahirkan padanya.

Ayahku memiliki beberapa perusahaan besar disejumlah negara, sedangkan ibuku membantu pekerjaannya. Konsultan ekonominya pernah menyerankan agar ia membuka beberapa cabang di Timur Tengah karena daerahnya prospektif, begitu pula masa depannya.

Sejak masa kecil ia mencari ketenangan, kedamaian jiwa dan kebahagiaan. Ia pindah dari satu perusahaan penerbangan ke perusahaan penerbangan lain, berprofesi sebagai pramugari sampai akhirnya ia berhasil masuk di perusahaan penerbangan yang bonafide dan baik di Australia. Ia menyangka bahwa dengan begitu akan terwujudlah semua apa yang ia angan-angankan. Akan tetapi ia mendapati bahwa perusahaan yang paling bonafide ini ternyata yang paling buruk, di mana tidak ada agama,, akhlak dan budi pekerti. Lantas ia menyendiri selama tiga bulan, merenung di manakah gerangan kebenaran di dunia ini? Akhirnya, ia mendapatkan semua itu di dalam Al-Qur’an dan sabda-sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Lantas ia pun mengumumkan keislamannya. Demikianlah awal kisah seorang muslimah baru Australia, yang menyebut dirinya Aisyah Camenga sebagai ganti dari Yunita Camenga.

Allah Ta’ala berfirman :

“Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya (shalat itu merupakan) kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa : 103)

Maksudnya, wajib dalam waktu-waktu tertentu.

Allah Ta’ala berfirman :

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh Malaikat).” (QS. Al-Isra : 78)

Ayat yang terakhir ini tercantum di dalamnya waktu shalat. Firman Allah Ta’ala : “Dari tergelincirnya matahari,” berarti condongnya matahari dari posisi tengah-tengah langit ke sebelah barat. Itulah awal masuknya waktu shalat zhuhur. Termasuk di dalamnya juga waktu Ashar. Sedangkan firmanNya “Sampai gelap malam,” berarti, permulaan gelap malam. Ada juga yang menyatakan, yaitu tenggelamnya matahari. Darinya disimpulkan masuknya waktu shalat Maghrib dan shalat Isya. Sedangkan firmanNya “Qur’anal Fajri,” berarti shalat Shubuh. Di dalam ayat tersebut terdapat isyarat global yang menunjukkan waktu-waktu shalat lima waktu.[1]

Bid’ah

Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu berkata :
“Tidak akan datang kepada manusia suatu masa, kecuali manusia di dalamnya melakukan bid’ah dan mematikan sunnah, hingga bid’ah akan tersebar luas dan sunnah-sunnah akan menjadi padam.”
(I’tisham, I/46)

Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata :
“Bid’ah itu lebih disukai iblis daripada maksiat, orang yang melakukan maksiat ia akan bertaubat darinya, sedangkan ahlul bid’ah ia tidak bertaubat dari kebid’ahannya.” (Talbis Iblis, 21)

About This Blog

"I dedicate this blog to myself personally and to my brothers the other as an advice that can bring us closer to Allah.

I hope this blog can provide many benefits to humankind, especially to improve the quality of our faith in Allah."

About Me

"I am a Muslim, and I am proud to be a Muslim. I am very grateful to my Lord because He has made me a Muslim. I also gained will always beg Him for he always makes me a Muslim until I meet Him in the wilderness masyhar. I really love my religion, therefore, I will fight for it with gusto. if you are a Muslim and also love your religion, then we will meet in a state of loving. But if you are against me and my religion, then we'll be seeing in the field of jihad. whoever you are!!!"

Total Tayangan Halaman